Pemerintah Kota Tangerang melalui BKPSDM Kota Tangerang kembali melaksanakan sesi mentoring kedua dalam rangkaian Pelatihan Komunikasi Publik bagi Pejabat JPT Pratama dan Kepala Perangkat Daerah Tahun 2026, Rabu (20/5), di Gedung Grha Bhakti Karya (GBK) Modernland. Kegiatan ini diikuti para pejabat eselon II dan kepala perangkat daerah sebagai bagian dari penguatan kompetensi komunikasi publik bagi pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.
Pelatihan ini merupakan program kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang dengan BINUS University melalui pendekatan small group mentoring yang dirancang lebih interaktif, kontekstual, dan aplikatif sesuai kebutuhan komunikasi pemerintahan daerah. Setiap kelompok peserta didampingi langsung oleh mentor dan fasilitator dari BINUS University untuk membahas berbagai tantangan komunikasi publik yang dihadapi perangkat daerah.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembahasan materi sesi kedua, yaitu Diplomasi Publik & Stakeholder Engagement serta Media Relations & Konferensi Pers. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai strategi membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan, teknik menjalin hubungan dengan media, penyampaian informasi publik, hingga simulasi menghadapi konferensi pers dan wawancara media.
Tidak hanya menerima materi, para peserta juga terlibat aktif dalam diskusi kelompok, studi kasus, serta roleplay terkait berbagai situasi komunikasi pemerintahan yang kerap dihadapi pimpinan perangkat daerah. Selain itu, peserta mulai menyusun Rencana Aksi Komunikasi (RAK) sebagai output utama pelatihan yang nantinya akan dipresentasikan pada sesi akhir kegiatan.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, yang juga menjadi peserta dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan ruang pembelajaran yang sangat relevan dengan kebutuhan pimpinan perangkat daerah saat ini. “Komunikasi publik bukan lagi pelengkap, tetapi menjadi bagian utama dalam kepemimpinan pemerintahan. Melalui mentoring ini, kami belajar bagaimana menyampaikan kebijakan dengan lebih efektif, membangun komunikasi yang adaptif, dan merespons isu publik secara tepat,” ujarnya.
Kepala BKPSDM Kota Tangerang, Jatmiko, menjelaskan bahwa pelatihan komunikasi publik ini dirancang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berbasis praktik dan pengalaman nyata di lingkungan pemerintahan daerah. Menurutnya, pendekatan mentoring kelompok kecil memungkinkan peserta lebih leluasa berdiskusi dan mengkaji persoalan komunikasi yang dihadapi masing-masing OPD. “Harapannya, seluruh peserta dapat memiliki kemampuan komunikasi publik yang semakin baik dan mampu memperkuat kualitas pelayanan publik Pemerintah Kota Tangerang,” katanya.
Sementara itu, salah satu mentor dari BINUS University, Dr. Tri Adi Sumbogo, S.Sos., M.Si., menilai antusiasme dan keterlibatan peserta dalam sesi mentoring menunjukkan tingginya kesadaran pimpinan OPD terhadap pentingnya komunikasi publik di era digital. Ia menyampaikan bahwa materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga pada kemampuan membangun relasi, memahami audiens, mengelola isu, serta menciptakan komunikasi pemerintahan yang berdampak dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, peserta masih akan mengikuti sesi mentoring ketiga dan keempat hingga Juni 2026 dengan materi Crisis Communication & Manajemen Reputasi, Digital Communication & Media Sosial, Personal Branding Eksekutif, hingga finalisasi dan presentasi Rencana Aksi Komunikasi (RAK) masing-masing perangkat daerah. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti rangkaian pelatihan hingga selesai sebagai bagian dari penguatan kompetensi ASN yang menjadi amanat langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, khususnya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi publik pimpinan perangkat daerah agar lebih strategis, adaptif, profesional, dan berdampak dalam pelayanan kepada masyarakat.








