Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia, terutama akibat paparan asap rokok, polusi udara, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan paru. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kelompok usia dewasa, tetapi juga mulai memengaruhi lingkungan pendidikan melalui paparan asap rokok dan rendahnya pemahaman mengenai pencegahan penyakit pernapasan sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan peran tenaga pendidik dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai deteksi dini PPOK pada populasi rentan serta penguatan peran tenaga pendidik dalam mendukung Upaya Berhenti Merokok (UBM) di sekolah. Peserta akan mempelajari pentingnya edukasi kesehatan paru, langkah preventif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, serta strategi kolaboratif dalam membangun budaya hidup bersih dan bebas asap rokok guna mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di Kota Tangerang.
| Deteksi Dini PPOK untuk Kesehatan Paru pada Populasi Rentan: Peran Tenaga Pendidik bagi Kesehatan Pelajar |
| Dukungan Tenaga Pendidik dalam Pelaksanaan Upaya Berhenti Merokok (UBM) bagi Warga Sekolah sebagai Preventif PPOK |
Tidak ada persyaratan khusus untuk sosialisasi ini, namun diharapkan setiap tenaga pendidik mengikuti sosialisasi ini sebagai langkah dalam upaya membangun lingkungan pendidikan yang bebas dari asap rokok.
| 2 Materi Pembelajaran | |
| Akses Selamanya | |
| Sertifikat Kelulusan |
Kepegawaian dan ...
Pegawai dapat memahami konsep tata naskah dinas serta unsur-unsur dalam ...
Kepegawaian dan ...
Seluruh ASN Kota Tangerang memahami kaidah kaidah dalam protokoler dan ...
Kepegawaian dan ...
Peserta diharapkan mampu memahami dan menerapkan prinsip komunikasi publik yang ...